Tampilkan postingan dengan label tulisan feature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan feature. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

Cappucino Dari Tanah Sunda

KEPULAN asap dari minuman ini dapat merangsang rasa dahaga siapapun. Bagaimana tidak, minuman yang terbuat dari santan kelapa yang dikombinasikan dengan gula merah dan daun pandan ini memberikan aroma yang khas. Apalagi saat minuman yang satu ini, masuk kedalam tenggorokan dan berhenti sejenak di lambung memberikan sensasi kehangatan alami bagi para penikmatnya. Dengan berbagai macam teman makanan pelengkap seperti umbi-umbian, pisang, dan kacang rebus, menjadikan minuman khas Jawa Barat ini begitu nikmat sekaligus mengenyangkan.

BAAJIGUUURRR !! Kiranya seperti itulah nama minuman ini saat dipromosikan oleh semua tukang bajigur manapun. Dengan gerobak dorong berwarna putih biasanya minuman yang sering kali diidentikan dengan capucinno-nya orang sunda ini dijajakan. Bajigur agar senantiasa hangat, seringkali dibiarkan diatas kompor yang menyala dan disimpan dalam sebuah wadah alumunium.

Minuman yang berasal dari plesetan kata “Bajingan” ini, memiliki penggemarnya dari berbagai kalangan. Bahkan hampir semua kalangan suka akan minuman ini. Mulai dari anak kecil sampai yang lanjut usia, atau mulai dari kalangan orang-orang yang melarat sampai kalangan para konglomerat. Mereka suka minuman ini.

Pernahkah anda menikmati minuman jenis ini? Bila anda tertarik untuk mencicipinya? Anda tak perlu merogoh uang yang ada di saku anda dalam-dalam, bajigur ini bisa di beli mulai dari harga seribu rupiah. Murahkan??

Membuat Bajigur
            Jangan risau, jangan pula bersedih, bahkan jangan sampai membunuh anak tetangga bila tidak ada tukang bajigur di sekitar rumah Anda. Karena bajigur ini bisa dibuat sendiri kapanpun Anda mau. Tak perlu pula Anda kursus selama tiga tahun untuk bisa membuatnya. Selain bahan-bahan yang mudah didapat proses pembuatannya pun terbilang tidak memakan waktu yang berhari-hari.

Pertama, tentu saja kita harus mengumpulkan terlebih dahulu bahan-bahannya. Seperti: kopi, garam, sirup, gula jawa, santan kelapa, vanili satu bungkus saja, dan kolang kaling yang tipis panjang lalu direbus hingga matang.

Tahap kedua campurkan kopi, garam, gula jawa dan santan, lalu aduk rata. Kemudian masak campuran ini sambil diaduk-aduk sampai mendidih dengan api sedang. Tambahkan vanili.  Masukkan irisan kolang-kaling yang tadi Aduk rata. Angkat dan hidangkan panas-panas dalam cangkir atau gelas. Mudahkan !!!

Nah, nikmatilah minuman ini selagi anda masih hidup. Tidak ada ruginya mengkonsumsi minuman ini. Selain sehat, murah, nikmat, mengenyangkan, menghangatkan lagi. suruput heula ah,,

Sabtu, 03 Juli 2010

Si Putih Dari Cianjur itu, Kualitas Ekspor

           SORE itu, cahaya sang surya mulai redup. Mendung yang menyelimuti daerah itu tak membuat murung sepasang suami istri dalam menjalankan roda bisnis kehidupannya. Walau tempatnya di kelilingi oleh hiruk pikuk keramaian perbatasan kota, Namun rasanya tak pernah tergurat sedikitpun isyarat ataupun terlintas sepatah kata akan keputus asaan dari mereka. Bagi mereka hidup tetaplah hidup oleh karena itu hidup harus tetap di jalani.

         Pasangan itu merupakan salah satu dari keluarga yang sekarang tinggal di Komplek Tirtawening-Cilengkrang I. Dua belas tahun sudah mereka menggeluti bisnis dagang yang tokonya bertempatkan di dekat Bunderan Cibiru. Kab. Bandung. Sebut saja namanya Ibu Rahmah beserta suaminya.

          Siapa sangka? Di sebuah kios kecil sederhana yang di cat putih bergaris merah itu. Terdapat satu dagangan yang bukan barang biasa. Karena ternyata barang dagangannya itu sudah sering di ekspor ke luar negeri. Tak hanya di tataran negara tetangga saja namun barang ini sedang merambah pada Benua Eropa.

         Pada awalnya usaha ini dipegang oleh saudara dari keluarga suaminya, namun karena melihat prospek yang cukup lumayan terhadap bisnis ini, akhirnya mereka pun mencoba menggelutinya dengan serius.

        Si putih made in Cianjur, begitulah orang-orang disana menyebutnya. Putih karena terbuat dari singkong yang difermentasikan dalam sebuah wadah khusus selama satu bulan. Bentuknya lonjong seperti terong, dan berwarna putih ke kuning-kuningan, serta rasanya yang manis namun sedikit asam membuat makanan asli Bandung ini begitu digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Makanan itu tak lain dan tak bukan ialah Tape atau yang lebih akrab dengan sebutan peuyeum.

            Peuyeum yang satu ini memang beda. Ukurannya yang sebesar pentongan hansip menjadi daya jual khas dari makanan fermentasi ini. Oleh karena itu, tak ayal peuyeum jenis ini sering menjadi incaran. Khususnya saat hari libur datang baik warga pribumi maupun warga asing, baik warga yang menetap atau pun yang nomaden. Si-putih made in Cianjur, biar lokal. Kualitas ekspor.

***